|
Kadang kala, kita tidak mengerti bahwa apa yang benar-benar kita cari, tidak pernah jauh-jauh dari kita. Tapi walaupun jauh, selalu ada cara yang tidak mengerti bagaimana yang datang tiba-tiba. Terkadang memberi kita yang lebih baik, tapi terkadang juga sebaliknya....tapi pada intinya selalu sama, apabila kita berusaha mensyukurinya apapun yang terjadi dan yang dihadapi, dan tidak pernah menolak apa yang Tuhan berikan kepada kita.
Selalu ada siang dan malam yang silih berganti, ada sedih dan bahagia yang selalu menyertai, tawa dan air mata yang selalu mengitari, kita tidak selalu ingat bahwa itu adalah kenyataannya. Dimanapun kita berada disitulah kita berada ! Daerah yang penuh rahasia adalah daerah airmata.
Mungkin kita baru tahu, bahwa tidak pernah ada cara yang pasti bagaimanapun berubah seseorang menjadi seperti yang kita inginkan. Tapi semakin kita berusaha merubah seseorang, semakin cepat seseorang itu ingin meninggalkan kita. Terkadang apa yang terlihat sulit, tidak sesulit kelihatannya. Jika kita ingin menyebutkan perbedaan jangan sebutkan tata ras atau keyakinan. Jangan katakan tata latar belakang dan status sosial atau bahasa. Tidak perlu mendeskreditkan seseorang seperti itu, jiga tetap ingin seperti itu maka cari saja orang² yang sama seperti kita, maka kita tidak akan menemukan apa².
Jika kita tersakiti oleh kenyataan seperti itu, maka janganlah membenci siapa yang melakukannya. Tapi bencilah paradigma konstruktif yang dangkal itu. Jika kita buta dan baru saja dapat melihat dunia, lalu kita menggunakan kacamata berwarna biru dan saat itu kita melihat air danau, maka kita akan mengatakan bahwa air itu berwarna biru, lalu kita pun menggunakan kacamata kuning maka kita pun akan mengatakan bahwa air itu berwarna kuning. Tapi kalo kita melepaskan kacamata itu, atau ada seseorang yang membantu kita melepaskannya maka paradigma kita dunia ini hanya 1 warna saja akan berubah. Langit dan lautlah yang berwarna biru, mentari dan bunga mataharilah yang berwarna kuning. dan ternyata masih banyak warna² lainnya. Bahkan pelangi pun selalu tampak indah karena berwarna-warni.
Kebahagiaan itu seperti kupu-kupu. Jika kita mengejarnya dan berusaha menangkapnya, maka ia akan menjauh, tapi bila kita membiarkannya terbang sesuka hatinya, ia akan hinggap di pundak kita.
Kesedihan itu seperti tamu yang suka merepotkan, semakin ramah kita menyapa dan memperlakukannya, semakin cepat ia akan pergi. Kita harus merancang kehidupan kita sendiri, karena jika tidak, mungkin kita akan menajalani rancangan hidup orang lain, apa yang mereka rancang untuk kita?Tidak banyak atau bahkan mungkin tidak ada.
kita tidak akan biasa menggantungkan kebahagiaan kita pada apapun atau siapapun. Bukan langit yang cerah seharusnya bisa membuat kita tersenyum, bukan cuaca buruk yang membuat perasaan hati kita buruk atau sedih. bukan uang atau penghargaan...mungkin bisa tapi itu hanya akan memenuhinya sedikit saja. Mungkin benar bukan aku yang selalu membuatmu merasa bahagia, mungkin kamu juga bukan orang yang selalu membuatku merasa bahagia. Tapi juga benar bahwa orang yang kita cintai bisa membawa kebahagian dalam hidup kita.
Aku rasa kita ingin melihat pelangi, kita harus menerima hujan. Cuma hati yang merasakan cinta, bukan kepala. Ketika kita berusaha memikirkannya cinta terkadang kita menggunakan kepala yang terbuka, tapi hati yang tertutup. Dan itu takkan membuat kita menemukan apa-apa....
|